PACITAN TERKINI - Seorang ibu rumah tangga di Desa Wonoanti, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, mengeluhkan tidak lagi menerima bantuan sembako selama sekitar tujuh tahun terakhir. Warga tersebut mengaku dicoret dari daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) meski kondisi ekonomi keluarganya masih jauh dari kata layak.
Sulastri (40), warga RT 03/RW 01 Dusun Krajan, Sabtu (13/12) menuturkan bahwa pencoretan tersebut dilakukan oleh perangkat desa setempat tanpa penjelasan yang jelas. Padahal, keluarganya merupakan penerima bantuan sejak awal program bantuan sosial digulirkan oleh pemerintah.
Kepada awak media, Sulastri mengungkapkan bantuan sembako terakhir diterimanya sekitar tujuh tahun lalu. Setelah itu, keluarganya hanya mendapatkan penggantian kartu BPJS, sementara bantuan sembako dihentikan.
“Sejak tujuh tahun lalu keluarga saya tidak lagi menerima bantuan sembako. Hanya ganti kartu BPJS, lalu dicoret dari penerima sembako. Awalnya penerima atas nama ayah saya, setelah ayah meninggal diganti ibu saya. Setelah itu tidak pernah menerima lagi,” ujarnya.
Sulastri mengaku pernah mempertanyakan alasan pencoretan tersebut kepada kepala dusun setempat. Namun jawaban yang diterimanya justru membuatnya kecewa, karena keluarganya dinilai telah tergolong mampu.
“Beberapa tahun lalu kami menanyakan ke pak kasun. Jawabannya kami dicoret karena dianggap sudah mampu. Padahal kondisi kami masih seperti ini, mau makan saja susah. Justru ada warga yang punya sawah luas dan beberapa sepeda motor masih menerima bantuan. Ini tidak adil,” katanya dengan nada kecewa.
Ia menilai penyaluran bantuan sosial di desanya tidak tepat sasaran. Dengan mata berkaca-kaca, Sulastri mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi yang dialaminya selama bertahun-tahun.
“Apa rakyat kecil seperti kami hanya diperlakukan seperti ini? Banyak juga warga desa yang senasib dengan saya, tapi mereka takut untuk bersuara,” ucapnya.
Di akhir keterangannya, Sulastri berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Sosial Kabupaten Pacitan, dapat turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan ulang dan memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh warga yang berhak.
“Saya mohon kepada bapak pejabat dan Dinas Sosial untuk turun langsung ke lapangan dan memperhatikan nasib kami. Banyak warga di Wonoanti yang bernasib sama seperti saya,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa Wonoanti maupun Dinas Sosial Kabupaten Pacitan terkait keluhan warga tersebut.
Penulis: Della Zulfana-PBSI STKIP PGRI Pacitan