Coffee Morning Bahas Persiapan Teknis Pameran Literasi Peradaban Dunia Pacitanian 2026


PACITAN TERKINI - Persiapan teknis pelaksanaan Pameran Literasi Peradaban Dunia Pacitanian Tahun 2026 terus dimatangkan. Persiapan tersebut dibahas dalam kegiatan Coffee Morning yang berlangsung di Cafe Literasi, Bagian Pelayanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan, Rabu (12/8/2026).

Diskusi dipimpin Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan, Amat Taufan, bersama jajaran terkait. Pembahasan difokuskan pada berbagai kegiatan pendukung pameran, khususnya teknis pelaksanaan sejumlah perlombaan yang akan melibatkan anak-anak.

Dalam arahannya, Amat Taufan menekankan agar berbagai lomba yang diselenggarakan tidak sekadar berorientasi pada kompetisi dan hadiah. Setiap permainan harus memiliki unsur edukasi serta menjadi media yang menarik bagi anak-anak untuk mengenal dan memahami perjalanan peradaban manusia.

Sejumlah permainan yang direncanakan antara lain ular tangga, monopoli, congklak atau dakon, serta permainan mencocokkan media. Permainan tersebut akan dikemas secara kreatif sehingga tidak hanya menjadi hiburan, tetapi sekaligus sarana pembelajaran dan literasi bagi anak-anak.

Salah satu kegiatan yang dinilai cukup unik dan menarik adalah lomba pacuan hewan marmut yang akan dilaksanakan pada lintasan khusus. Konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan suasana pameran yang berbeda, menyenangkan, sekaligus menjadi media pembelajaran yang dekat dengan dunia anak.

“Kami berharap semua lomba yang kita adakan jangan dilihat dari hadiahnya. Yang paling penting adalah nilai pendidikannya. Anak-anak harus mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus belajar mengenal dan meliterasikan peradaban manusia yang ada sejak dahulu hingga masa kini,” ujar Amat Taufan.

Menurutnya, kegiatan literasi perlu dikemas dengan pendekatan yang kreatif dan sesuai dengan karakter anak. Permainan tradisional maupun permainan edukatif dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan sejarah, kebudayaan, pengetahuan, dan perkembangan kehidupan manusia kepada generasi muda.

Pameran Literasi Peradaban Dunia Pacitanian 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan berbagai informasi dan artefak peradaban, tetapi juga menjadi ruang belajar yang interaktif, menyenangkan, dan mudah dipahami anak-anak.

Melalui konsep tersebut, literasi peradaban diharapkan dapat tumbuh sejak dini. Anak-anak tidak hanya menjadi pengunjung pameran, tetapi juga terlibat aktif dalam proses belajar sehingga memiliki rasa ingin tahu, menghargai warisan budaya, serta memahami perjalanan peradaban manusia dari masa lalu hingga kehidupan masa kini. 

Lebih baru Lebih lama