 |
| Peringati Hari Sumpah Pemuda, 5.288 Penari Tayub di Pacitan Catat Rekor MURI, Rabu (28/10) |
,
PACITAN TERKINI – Bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda pada Rabu, 28 Oktober 2026, Kabupaten Pacitan kembali mengukir sejarah di bidang seni dan budaya. Daerah yang dikenal dengan julukan Kota 1001 Goa ini sukses memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui pergelaran Langen Tayub dengan Peserta Terbanyak, yakni mencapai 5.288 orang.
Capaian ini diraih berkat persiapan matang yang dilakukan selama satu bulan penuh. Tahapan persiapan meliputi perencanaan teknis, penyusunan videotron dokumenter, pendataan ribuan peserta, hingga kesiapan para pengrawit, waranggono, panggung, serta lokasi pentas. Selain itu, panitia sejak awal telah menyusun kelengkapan berkas survei dari MURI berupa dokumen video serta data historis perkembangan Tayub di Pacitan.
Sinergi dan Apresiasi Pegiat Seni
Keberhasilan acara akbar ini disambut apresiasi hangat dari para seniman lokal. Ucapan terima kasih disampaikan kepada tokoh muda asal Pacitan, Edy Baskoro Yudhoyono (Mas EBY), yang menjadi pemrakarsa utama kegiatan ini, serta seluruh jajaran Paguyuban Langen Tayub Pacitan.
Salah satu pengrawit yang terlibat dalam acara rekor MURI ini, Ricky Aditya P., S.Pd., menyoroti pentingnya momentum ini bagi pelestarian tradisi. Menurutnya, tarian tradisional Tayub yang sangat digemari masyarakat Pacitan harus terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan secara berkesinambungan kepada generasi penerus.
"Seni budaya seperti Tayub tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media efektif untuk memupuk jiwa persatuan, kesatuan, dan kebersamaan yang selaras dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda," ujar Ricky.
Ia menambahkan bahwa merawat Tari Tayub secara otomatis juga melestarikan Seni Karawitan dan Sindenan. Langkah ini sekaligus menjadi upaya mendalam untuk memahami budaya adiluhung yang kaya akan ajaran serta pesan-pesan kebaikan bagi kehidupan.
Penulis: Ricky Aditya P., S.Pd. (Pengrawit Rekor MURI).