Pesona Pantai Pidakan-Pacitan Saat Air Surut, Warga Berburu Hasil Laut

 

Pesona Pantai Pidakan-Pacitan  Saat Air Surut, Warga Berburu Hasil Laut

PACITAN – Pantai Pidakan di Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, menyuguhkan pemandangan berbeda ketika air laut mengalami surut. Hamparan batu karang yang biasanya terendam air perlahan muncul ke permukaan, menciptakan panorama unik sekaligus membuka kesempatan bagi warga dan wisatawan untuk melihat lebih dekat kehidupan laut.

Fenomena air laut surut tersebut terlihat pada Rabu (30/9/2026) sore. Sejumlah warga memanfaatkan kondisi itu dengan turun ke kawasan karang untuk mencari berbagai hasil laut, seperti kerang, bulu babi, dan rumput laut.

Dengan membawa peralatan sederhana berupa sabit, pisau, serta wadah, warga menyusuri sela-sela batu karang. Kerang yang menempel pada batu dicungkil satu per satu untuk kemudian dibawa pulang dan diolah menjadi makanan.

Salah seorang warga setempat, Sumarni, mengatakan aktivitas mencari kerang sudah biasa dilakukan ketika air laut mulai surut. Ia biasanya mulai turun ke kawasan karang sekitar pukul 15.00 WIB dan menghabiskan waktu kurang lebih dua jam untuk mencari hasil laut.

“Ambil kerang untuk dimasak, mumpung surut,” ujar Sumarni.

Kerang hasil tangkapan tersebut dapat diolah menjadi berbagai menu sesuai selera. Sebagian warga memasaknya dengan cara dibotok, sedangkan lainnya memilih menggoreng atau mengolahnya menjadi hidangan rumahan.

“Tinggal selera, kalau dibotok ya dibotok, kalau digoreng ya digoreng,” katanya.

Selain kerang, surutnya air laut juga dimanfaatkan warga untuk mencari bulu babi. Hewan laut tersebut dikumpulkan dari kawasan karang, kemudian dibersihkan dan diambil bagian yang dapat dikonsumsi sebelum dibawa pulang.

Pengelola retribusi masuk Pantai Pidakan, Sutarni, mengatakan kondisi air laut yang surut turut menarik perhatian pengunjung. Sebagian wisatawan bahkan datang untuk menikmati suasana pantai sekaligus mencari rumput laut dan berbagai hasil laut lainnya.

“Lumayan ada peningkatan pengunjung,” jelas Sutarni.

Surutnya air laut membuat wajah Pantai Pidakan berubah. Batu-batu karang yang biasanya tersembunyi di bawah permukaan air kini terlihat membentang luas. Genangan air yang tersisa di antara karang juga memperlihatkan berbagai biota laut yang biasanya sulit diamati ketika air sedang pasang.

Pemandangan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Selain dapat menikmati keindahan pantai dari sudut yang berbeda, mereka juga bisa menyaksikan secara langsung aktivitas warga mencari hasil laut secara tradisional.

Fenomena air surut di Pantai Pidakan akhirnya tidak sekadar menghadirkan panorama alam yang menarik. Bagi masyarakat setempat, kondisi tersebut juga menjadi kesempatan untuk memanfaatkan kekayaan laut sekaligus mempertahankan aktivitas tradisional yang telah dilakukan secara turun-temurun.

Penulis: Muhammad Rizky Deanova - PBSI STKIP PGRI Pacitan

Lebih baru Lebih lama