| Malam Minggu di Alun-Alun Pacitan, Kuliner dan Air Mancur Jadi Daya Tarik |
Keramaian terlihat di sejumlah sudut alun-alun. Pengunjung memanfaatkan area taman, tempat duduk, kawasan lesehan, hingga berbagai tempat makan dan kafe di sekitar alun-alun untuk berkumpul dan menikmati suasana malam.
Kawasan lesehan di sisi timur alun-alun menjadi salah satu titik yang cukup ramai. Berbagai pedagang menawarkan aneka makanan dan minuman dengan harga yang relatif terjangkau. Menu yang tersedia antara lain wedang jahe, jadah bakar, tahu bakar, sate tahu bakar, jagung bakar, serta berbagai jajanan lainnya.
Salah seorang pedagang, Yuliana, mengatakan jumlah pembeli biasanya meningkat ketika malam Minggu dibandingkan hari biasa. Anak muda umumnya membeli kopi dan makanan ringan, sedangkan pengunjung yang lebih tua banyak memilih minuman hangat.
“Kalau malam Minggu seperti ini memang lebih ramai. Apalagi banyak anak muda yang nongkrong sambil beli kopi sama jadah bakar. Kalau orang tua kebanyakan wedang jahe yang dicari,” ujar Yuliana.
| Malam Minggu di Alun-Alun Pacitan, Kuliner dan Air Mancur Jadi Daya Tarik |
Tidak hanya kawasan kuliner, area taman alun-alun juga dipenuhi masyarakat. Sejumlah anak muda terlihat duduk dan berbincang bersama teman-temannya. Sementara itu, keluarga membawa anak-anak untuk menikmati suasana malam dan berjalan-jalan di sekitar taman.
Bagi sebagian pengunjung, suasana terbuka di alun-alun memberikan pengalaman berbeda dibandingkan menghabiskan waktu di dalam kafe.
Bella, salah seorang pengunjung, mengatakan dirinya memilih datang ke alun-alun karena ingin menikmati suasana yang berbeda.
“Sudah sering ke kafe, malam ini ke alun-alun karena lebih suka suasana di sini. Ada banyak jenis makanan dan minuman, jadi banyak pilihan. Bisa jalan-jalan juga keliling taman, tidak cuma duduk saja,” katanya.
Air Mancur Berlampu Jadi Hiburan
Salah satu daya tarik yang turut membuat suasana malam di Alun-Alun Pacitan semakin hidup adalah pertunjukan air mancur. Air mancur yang menyala sekitar pukul 19.00 hingga 20.00 WIB tersebut dilengkapi pencahayaan warna-warni dan alunan musik.
Ketika pertunjukan berlangsung, sejumlah pengunjung tampak berhenti dan berkumpul di sekitar taman untuk menyaksikan air mancur. Perpaduan cahaya, gerakan air, dan musik menjadi hiburan sederhana yang menarik perhatian, terutama bagi keluarga dan anak-anak.
Keberadaan air mancur tersebut sekaligus memberikan suasana berbeda bagi kawasan alun-alun pada malam hari. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati kuliner, tetapi juga dapat berjalan-jalan dan menyaksikan hiburan di ruang terbuka.
Selain kawasan lesehan, sejumlah kafe yang berada di sekitar alun-alun juga menjadi tempat pilihan anak muda untuk berkumpul. Sementara itu, fasilitas parkir di sekitar kawasan terlihat cukup tertata dengan keberadaan petugas parkir. Pengunjung dikenakan tarif sekitar Rp2.000 untuk kendaraan.
Dengan perpaduan taman, kuliner, lesehan, kafe, serta pertunjukan air mancur, Alun-Alun Pacitan tetap menjadi ruang publik yang menarik untuk menghabiskan waktu bersama keluarga maupun teman.
Keramaian malam Minggu di kawasan tersebut menunjukkan bahwa alun-alun tidak sekadar menjadi pusat ruang terbuka kota, tetapi juga menjadi tempat bertemunya berbagai lapisan masyarakat untuk menikmati waktu luang dengan suasana yang santai dan terjangkau.
Penulis: Mbulland Joylla Rusmadiva - PBSI STKIP PGRI Pacitan