 |
| Saat Ombak Pancer Door Mengganas, Warung Warga Justru Menangguk Berkah |
PACITAN TERKINI - Gelombang tinggi yang membuat nelayan libur melaut
justru membawa berkah bagi penjual minuman dan jajanan ringan di kawasan Pantai
Pancer Door. Banyak warga yang datang hanya untuk melihat ombak besar sambil
nongkrong, sehingga penjualan es kelapa, es teh, dan makanan meningkat dua kali
lipat sejak tiga hari terakhir.
Berkah tersebut dirasakan oleh Bu Kus, pemilik warung makan
di tepi Pantai Pancer Door. Ia berjualan setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga
17.00 WIB di ruko dekat pantai. "Kalau ombak besar gini malah ramai orang
nonton. Biasanya sehari jual 25 kelapa, kemarin sampai 60 kelapa habis,"
ujarnya yang terlohat sangat senang, Jumat (2/10/2026).
Ramainya pembeli terjadi sejak Minggu (28/9/2026) setelah
video ombak besar di Pancer Door viral di TikTok. Warga dari dalam kota maupun
luar Pacitan sengaja datang untuk swafoto dengan latar ombak tinggi. Sambil
menunggu, mereka membeli minuman dingin dan jajanan seperti gorengan, gado-gado,
dan pop mie. "Anak-anak muda itu datang cuma buat konten. Sambil nunggu
ombak gede, mereka juga jajan di warung saya," kata Bu Kus.
Kenaikan omzet ini berbanding terbalik dengan penjual ikan
yang sepi. Bu Kus mengaku modalnya tidak terlalu besar, hanya Rp 300 ribu per
hari untuk kelapa, es batu, dan bahan gorengan. Dalam sehari saat ombak besar,
ia bisa meraup untung bersih hingga Rp 500 ribu. Harga yang ditawarkan pun
murah, es kelapa Rp 8.000-15.000 dan gorengan Rp 1.000 per biji.
Untuk menarik pembeli, Bu Kus kini menambah banyak menu dan
menyediakan tempat duduk di dekat pantai. Ia berharap keramaian ini terus
bertahan meski cuaca sudah membaik. "Alhamdulillah rezeki pas ombak besar.
Harapannya nanti kalau ombak sudah reda, pengunjung tetap ramai ke Pancer, jadi
jualan tetap jalan." pungkasnya.
Penulis: Fannesa A-PBSI STKIP PGRI Pacitan