PACITAN TERKINI – Warga Desa Gayuhan menggelar kegiatan Rejeban dan Doa Bersama dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan. Kegiatan yang dilaksanakan setiap bulan Rejeb ini bertujuan untuk mendoakan para leluhur yang telah wafat serta menjadi sarana refleksi dan pensucian jiwa bagi umat Islam.
Acara berlangsung dengan penuh kekhusyukan di makam Gajah Gumilat, Desa Gayuhan, dan diisi dengan pengajian, pembacaan Tahlil, Yasin, serta Mahalul Qiyam. Suasana religius terasa kuat, menyentuh hati para jamaah yang hadir.
Kegiatan Rajaban tersebut dihadiri oleh pengasuh Pondok Pesantren Tremas, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan, Kepala Desa Gayuhan, tokoh masyarakat, serta para alim ulama Desa Gayuhan. Hadir pula rombongan dari Pondok Pesantren Takeran, Kabupaten Magetan, yang turut mengikuti rangkaian doa bersama.
Amat Taufan yang hadir dalam kegiatan tersebut, penekanan kegiatan Rajaban bukan sekadar tradisi, melainkan pengingat spiritual bahwa setiap manusia kelak akan mengalami fase kematian dan kembali ke alam kubur. Oleh karena itu, momen ini menjadi sarana introspeksi diri, menenangkan batin, serta membersihkan jiwa dari kecenderungan duniawi.
“Kegiatan ini menjadi pengingat akan kefanaan hidup, sekaligus penyejuk jiwa agar kita lebih siap menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih,” ungkapnya.
Tradisi Rajaban yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini juga menjadi bentuk nguri-uri budaya religius masyarakat Jawa, yang memadukan nilai keislaman, penghormatan kepada leluhur, serta penguatan spiritual menjelang bulan penuh berkah.
Dengan doa bersama di makam leluhur, masyarakat Desa Gayuhan Jum'at (9/1/26), kegiatan ini mempunyai tujuan agar hidup kita penuh dengan keberkahan, ketenteraman, dan kesiapan lahir batin dalam menjalani ibadah di Bulan Ramadhan 1447 H yang akan datang.