PBSI STKIP PGRI PACITAN
SELASA , 09.00-10.00, II B/ 39
RABU, 09.00 - 10.00, II A / 38
MATERI 1 BUKU SOSIOLINGUISTIK1
MATERI 2 BUKU SOSIOLINGUISTIK 2
PERTEMUAN 1 KONTRAK KULIAH
RPS-MATA KULIAH SOSIOLINGUISTIK
PERTEMUAN 2-3 SOSIOLINGUISTIK
Ruang Lingkup Sosiolinguistik
- Abdul Chaer dan Leonie Agustina. 1995. Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: PT Rineka Cipta
- Hudson, R.A. 1996. Sociolinguistics. Cambridge: Cambridge University Press
- Kunjana, R. Rahardi. 2001. Sosiolinguistik Kode dan Alih Kode. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset
- Mansoer Pateda. 1992. Sosiolingustik. Bandung : Angkasa
- Nababan. 1989. “Sosiolinguistik dan Pengajaran Bahasa“ dalam PELLBA 2. Jakarta: Lembaga Bahasa Unika Atma Jaya.
- Nababan. 1993. Sosiolinguistik: Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
- Ohoiwutan, Paul. 1997. Sosiolinguistik. Jakarta: Kesaint Blant.
- Spolsky, Bernand. 1998. Sociolinguistics. Oxford: Oxford University Press.
- Suwito. 1983. Pengantar Awal Sosiolinguistik Teori dan Problema.
Pertemuan 4
Instalasi dan Pengaturan Awal (±15 Menit) Mendeley
Tujuan
Peserta mampu menginstal Mendeley Reference Manager, membuat akun, dan menghubungkannya dengan Microsoft Word (Mendeley Cite) untuk pengelolaan sitasi dan daftar pustaka.
Langkah Praktik Bersama
1. Mengunduh Mendeley Reference Manager (±5 menit)
-
Buka browser (Chrome/Edge/Firefox).
-
Kunjungi laman resmi Mendeley.
-
Pilih menu Download Mendeley Reference Manager.
-
Unduh dan jalankan installer sesuai sistem operasi (Windows/Mac).
-
Tunggu hingga proses instalasi selesai dan aplikasi terbuka.
Catatan: Pastikan koneksi internet stabil karena Mendeley berbasis cloud.
2. Membuat Akun Mendeley (±5 menit)
-
Saat aplikasi terbuka, klik Sign in.
-
Pilih Create account jika belum memiliki akun.
-
Daftarkan akun menggunakan:
-
Email aktif (disarankan email institusi), atau
-
Akun Google.
-
-
Lengkapi data singkat (nama, bidang studi).
-
Setelah berhasil, peserta otomatis masuk ke dashboard Mendeley Reference Manager.
Tips: Gunakan satu akun yang sama untuk semua perangkat agar sinkronisasi berjalan optimal.
3. Menghubungkan Mendeley dengan Microsoft Word (Mendeley Cite) (±5 menit)
-
Buka Microsoft Word.
-
Klik menu Insert → Get Add-ins.
-
Cari Mendeley Cite.
-
Klik Add / Install.
-
Setelah terpasang, panel Mendeley Cite akan muncul di sisi kanan Word.
-
Login menggunakan akun Mendeley yang sama.
Hasil: Mendeley siap digunakan untuk Insert Citation dan Generate Bibliography langsung dari Word.
Materi Lanjut Pertemuan 5
Pendekatan sosiolinguistik mengkaji bahasa dalam hubungannya dengan masyarakat, sehingga objek kajiannya sangat luas dan kontekstual.
Berikut penjelasan objek-objek yang dapat dikaji dengan pendekatan sosiolinguistik, disusun dari yang paling umum hingga aplikatif di lapangan.
1. Variasi Bahasa
Objek utama sosiolinguistik adalah variasi bahasa yang muncul karena perbedaan penutur dan situasi.
Contoh objek kajian:
-
Dialek daerah (misalnya Jawa Pacitan, Jawa Solo, Jawa Banyumas)
-
Sosiolek (bahasa kelompok sosial tertentu: nelayan, santri, pedagang)
-
Idiolek (ciri bahasa individu tertentu, misalnya tokoh adat atau ulama)
-
Ragam formal dan nonformal (bahasa rapat desa vs bahasa warung)
Fokus kajian:
Mengapa penutur memilih bentuk bahasa tertentu dalam situasi sosial tertentu.
2. Pilihan Bahasa (Language Choice)
Mengkaji bahasa apa yang dipilih penutur dalam interaksi sosial.
Contoh objek kajian:
-
Penggunaan bahasa Jawa, Indonesia, atau campuran di keluarga
-
Bahasa yang dipakai di sekolah, kantor desa, pasar, atau tempat ibadah
-
Perbedaan pilihan bahasa antar generasi
Fokus kajian:
Hubungan antara pilihan bahasa dengan identitas, kekuasaan, dan solidaritas sosial.
3. Alih Kode dan Campur Kode
Fenomena perpindahan atau pencampuran bahasa dalam satu tuturan.
Contoh objek kajian:
-
Campuran bahasa Jawa–Indonesia–Arab dalam pengajian
-
Alih kode guru saat mengajar
-
Campur kode bahasa gaul di media sosial lokal
Fokus kajian:
Fungsi sosial alih kode: menegaskan identitas, menunjukkan keakraban, atau legitimasi sosial.
4. Bahasa dan Identitas Sosial
Bahasa sebagai penanda identitas sosial dan budaya.
Contoh objek kajian:
-
Bahasa sebagai identitas Wong Pacitan
-
Tuturan khas tokoh adat atau juru kunci makam
-
Bahasa dalam komunitas budaya atau kelompok keagamaan
Fokus kajian:
Bagaimana bahasa membentuk dan mempertahankan identitas kelompok.
5. Tingkat Tutur dan Kesantunan Berbahasa
Objek penting dalam masyarakat berstrata sosial.
Contoh objek kajian:
-
Penggunaan ngoko, krama, krama inggil
-
Strategi kesantunan dalam budaya Jawa
-
Bahasa hormat kepada tokoh agama atau pejabat
Fokus kajian:
Relasi kekuasaan, usia, status sosial, dan nilai budaya dalam tuturan.
6. Bahasa dalam Tradisi Lisan dan Budaya Lokal
Bahasa sebagai bagian dari warisan budaya takbenda.
Contoh objek kajian:
-
Doa, mantra, petuah leluhur
-
Cerita lisan makam, gua, atau situs keramat
-
Ungkapan simbolik dalam ritual adat
Fokus kajian:
Fungsi sosial, makna simbolik, dan keberlanjutan bahasa tradisional.
7. Sikap Bahasa dan Ideologi Bahasa
Mengkaji pandangan dan sikap masyarakat terhadap bahasa.
Contoh objek kajian:
-
Sikap generasi muda terhadap bahasa daerah
-
Anggapan bahasa Jawa kuno sebagai “kuno” atau “sakral”
-
Bahasa sebagai simbol status sosial
Fokus kajian:
Hubungan bahasa dengan kekuasaan, prestise, dan modernitas.
8. Pergeseran dan Pemertahanan Bahasa
Bahasa dalam konteks perubahan sosial.
Contoh objek kajian:
-
Mulainya ditinggalkannya bahasa daerah
-
Pemertahanan bahasa Jawa dalam keluarga
-
Peran sekolah dan komunitas dalam pelestarian bahasa
Fokus kajian:
Faktor penyebab pergeseran dan strategi pelestarian bahasa.
9. Bahasa di Ruang Publik
Bahasa dalam simbol sosial dan visual.
Contoh objek kajian:
-
Bahasa pada papan nama makam, situs budaya, atau desa
-
Spanduk kegiatan adat dan keagamaan
-
Penamaan tempat (toponimi)
Fokus kajian:
Ideologi bahasa, dominasi bahasa, dan representasi identitas lokal.
10. Bahasa dan Kekuasaan
Bahasa sebagai alat legitimasi dan kontrol sosial.
Contoh objek kajian:
-
Bahasa pejabat dalam pidato
-
Bahasa tokoh agama dalam dakwah
-
Bahasa hukum adat dan birokrasi
Fokus kajian:
Siapa yang berhak berbicara, didengar, dan ditaati.
Kesimpulan
Objek kajian sosiolinguistik tidak hanya bahasa itu sendiri, tetapi hubungan bahasa dengan kehidupan sosial, budaya, dan kekuasaan. Pendekatan ini sangat relevan untuk:
-
kajian budaya lokal,
-
Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK),
-
penelitian masyarakat tradisional seperti di Pacitan.
Tugas Proyek "Sosiolinguistik"
Buat artikel ilmiah, dengan Kajian Sosiolinguistik
Perintahnya
Judul, nama, email.Abstrak (200-300 kata)
Kata Kunci (3-5 kata)
Pendahuluan (1000-1500 kata).
- Latar Belakang
- Penelitian Pendahulu
- Research gate / Orosinilitas karya
- Permasalahan
HASIL DAN PEMBAHASAN (1500-2500 Kata)
SIMPULAN ( 500 kata)
DAFTAR PUSTAKA
PERINTAH TUGAS PROYEK
-
Tugas proyek dikerjakan secara berkelompok, dengan jumlah 3 (tiga) mahasiswa dalam setiap kelompok.
-
Naskah tugas diketik menggunakan font Times New Roman dengan ukuran huruf 12 pt.
-
Pengaturan spasi dan margin dokumen adalah sebagai berikut:
-
Spasi baris: 1,5
-
Margin atas (Top): 4 cm
-
Margin kiri: 3 cm
-
Margin kanan: 4 cm
-
Margin bawah: 3 cm
-
-
Pengutipan sumber dan penyusunan daftar pustaka wajib menggunakan aplikasi Mendeley dengan gaya sitasi yang konsisten (misalnya APA/Chicago—sesuai ketentuan dosen pengampu).
-
Isi tugas proyek harus disusun secara sistematis, logis, dan akademis, serta didukung oleh sumber rujukan yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.
-
Hasil tugas proyek dikumpulkan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, dalam bentuk soft file (PDF) dan/atau hard copy (sesuai arahan dosen).
-
Setiap kelompok bertanggung jawab atas keaslian karya (originalitas). Segala bentuk plagiarisme akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan akademik yang berlaku.
- Identitas sosial dari penutur. Identitas ini biasanya dari segi penutur yang bisa anggota keluarga, orang terdekat atau orang terdekat. Diajukan pertanyaan siapa identitas penutur itu dan apa hubungannya dengan lawan bicara sang penutur.
- Identitas sosial dari pendengar. Identitas yang diketahui sebaliknya dengan penutur. Cara mengetahui identitas ini melalui sudut pandang si penutur. Sama seperti identitas si penutur, bisa berupa anggota keluarga maupun orang terdekat.
- Lingkungan sosial. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan tempat tutur yang biasanya tergantung dengan kondisi atau situasi terjadi di sana. Misalkan, berbicara keras di tempat ramai agar bisa terdengar atau berbicara tenang di perpustakaan agar tidak mengganggu orang yang fokus membaca buku. Analisis diakronik dan sinkronik Analisis ini berasal dari dialek-dialek sosial yang berdasarkan dengan kedudukan dalam kelas-kelas sosial tertentu.
- Penilaian sosial yang berbeda. Penilaian sosial ini berdasarkan dari penutur. Dilihat dari bentuk perilaku serta pandangan kelas sosial dari penutur di masyarakat, semua itu berdasarkan pandangan subyektif sang penutur.
- Tingkatan variasi atau ragam linguistik. Tingkatan variasi atau ragam linguistik ini mempunyai hubungan yang bersifat heterogen. Biasanya berdasarkan dari dialek yang bervariasi, adanya fungsi sosial, serta mulainya politik bahasa. Ini juga menjadi asal mula di mana bahasa merupakan alat komunikasi dalam masyarakat.
- Penerapan praktis dan penelitian sosiolinguistik Adanya penelitian terhadap topik yang berkaitan dengan sosiolinguistik memiliki hubungan dengan praktik, seperti masalah pengajaran, pembakuan bahasa, penerjemahan, dan konflik sosial yang berasal dari perbedaan bahasa.
- Tulis data berdasarkan judul yang telah saudara tulis pada Tugas 1, yakni berdasarkan kajian penelitian terdahulu sehingga saudara mendapatkan judul yang orosinil. Tulis dalam bentuk word. Font Times Roman 12, margin 3 cm, dengan spasi 1,5.
- Bautlah dalam bentuk matrik, tabel ataupun lainnya yang memudahkan saudara dalam menganalisis.
- Dikumpulkan pertemuan yang akan datang !
- Wawancara: Cara ini dapat dilakukan dengan bertanya langsung pada informan atau responden mengenai penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana penggunaan bahasa dipengaruhi oleh faktor sosial seperti usia, gender, atau latar belakang pendidikan, dan lain sebagainya.
- Kuesioner: Survei kuesioner dapat digunakan untuk mengumpulkan data secara massal dari banyak responden dengan cara memberikan pertanyaan yang terstruktur. Dalam hal sosiolinguistik, kuesioner dapat digunakan untuk mengetahui penggunaan bahasa dalam konteks tertentu, seperti penggunaan bahasa dalam keluarga atau lingkungan kerja.
- Observasi: Dalam sosiolinguistik, observasi dapat dilakukan dengan mengamati penggunaan bahasa dalam situasi nyata, seperti dalam kelompok masyarakat tertentu atau dalam acara formal atau informal.
- Rekaman audio dan video: Cara ini dapat digunakan untuk merekam penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari, seperti percakapan informal antara teman atau keluarga, atau penggunaan bahasa dalam situasi formal seperti pidato atau presentasi.
- Data sekunder: Data sekunder seperti dokumen atau publikasi yang terkait dengan bahasa dan masyarakat dapat digunakan untuk analisis sosiolinguistik. Contohnya adalah data dari sensus atau laporan resmi dari pemerintah.
- Tentukan topik atau konteks yang ingin Anda amati. Misalnya, Anda ingin mengumpulkan data tentang penggunaan bahasa slang dalam percakapan remaja di lingkungan perkotaan.
- Gunakan fitur pencarian di YouTube dan cari video percakapan yang relevan dengan topik atau konteks yang ingin Anda amati. Pastikan bahwa video yang Anda pilih memiliki transkripsi teks, sehingga Anda dapat lebih mudah mengamati penggunaan bahasa.
- Lakukan transkripsi teks dari video percakapan. Anda dapat menggunakan software transkripsi seperti Transcribe atau menggunakan layanan penerjemah transkripsi profesional. Pastikan transkripsi yang dihasilkan akurat dan lengkap.
- Analisis transkripsi teks. Anda dapat menganalisis transkripsi teks untuk mengidentifikasi penggunaan bahasa slang dalam percakapan, misalnya kata-kata slang yang digunakan, cara pengucapan yang digunakan, dan bagaimana penggunaan bahasa slang dapat mempengaruhi interaksi sosial dalam percakapan tersebut.
- Catat hasil analisis Anda dan buat kesimpulan dari data yang telah Anda kumpulkan. Dalam kesimpulan, Anda dapat menjelaskan temuan Anda dan mengaitkannya dengan topik atau konteks yang Anda amati.
Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat tabel atau matriks dari data penelitian:
- Tentukan variabel atau parameter penelitian yang akan dijadikan kolom dan baris pada tabel atau matriks. Variabel ini harus relevan dan signifikan untuk tujuan penelitian Anda.
- Buat tabel atau matriks dengan kolom dan baris yang sesuai dengan variabel yang telah ditentukan. Kolom biasanya diberi label untuk menunjukkan variabel yang diukur, sedangkan baris dapat diberi label untuk menunjukkan unit pengukuran atau kategori yang berbeda.
- Masukkan data yang telah dikumpulkan ke dalam tabel atau matriks tersebut. Pastikan data terorganisir dengan rapi sehingga mudah dibaca dan diinterpretasikan.
- Gunakan format yang sesuai dengan jenis data yang Anda miliki. Misalnya, data kualitatif dapat dikelompokkan ke dalam kategori, sedangkan data kuantitatif dapat dihitung rata-ratanya.
- Buat ringkasan atau deskripsi singkat dari tabel atau matriks tersebut, termasuk hal-hal yang menonjol dari data, seperti pola atau tren yang muncul. Ringkasan ini dapat membantu pembaca memahami data dengan lebih baik dan mengidentifikasi temuan yang signifikan dalam penelitian Anda.
- Gunakan software atau aplikasi khusus untuk membuat tabel atau matriks jika diperlukan, seperti Microsoft Excel atau SPSS. Ini akan membantu Anda membuat tabel atau matriks dengan lebih mudah dan profesional.
- Terakhir, pastikan bahwa tabel atau matriks yang Anda buat terlihat rapi dan mudah dibaca. Gunakan font dan format yang konsisten, dan hindari penggunaan warna atau desain yang terlalu mencolok atau mengganggu

PERTEMUAN 6 Masyarakat Bahasa
PERTEMUAN 7 Hubungan Masyarakat dengan Bahasa
MID TEST
- Jelaskan pengertian dari istilah Sosiolinguistik dari beberapa ahli berdasarkan review jurnal! (15)
- Apa yang menjadi perbedaan antara peristiwa bahasa dalam masyarakat bahasa yang dikaji dengan kajian sosiolinguistik dengan peristiwa tutur dalam kajian pragmatik. Jelaskan disertai dengan contoh !(20))
- Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor sosial yang mempengaruhi penggunaan bahasa dalam masyarakat bahasa ! (15)
- Jelaskan syarat peristiwa tuturan dapat dikaji dengan Kajian Sosiolinguistik ! (15)
- Jelaskan hubungan masyarakat dengan bahasa ! (15)
- Jelaskan perbedaan dengan disertai contoh peristiwa tutur dalam masyarakat bahasa yang terdapat peristiwa alih kode dan campur kode dengan data yang saudara dapatkan di jurnal yang saudara review.(20)
TUGAS 2
PERINTAH TUGAS PEMBUATAN VIDEO
-
Tugas ini dikerjakan secara berkelompok, dengan jumlah 3 (tiga) mahasiswa dalam satu kelompok.
-
Setiap kelompok diwajibkan membuat sebuah video sesuai dengan tema dan materi yang telah ditentukan oleh dosen pengampu mata kuliah.
-
Isi video harus:
-
Relevan dengan materi perkuliahan
-
Menampilkan pemahaman konsep secara jelas
-
Disajikan secara runtut, komunikatif, dan kreatif
-
-
Durasi video minimal 5 menit dan maksimal 10 menit.
-
Video dapat berupa:
-
Presentasi materi
-
Studi kasus
-
Dokumentasi lapangan
-
Simulasi atau praktik sesuai mata kuliah
-
-
Setiap anggota kelompok wajib terlibat aktif dan tampil dalam video, baik sebagai narator, presenter, maupun pemeran.
-
Spesifikasi teknis video:
-
Format: MP4
-
Resolusi minimal: 720p
-
Audio jelas dan dapat dipahami
-
Bebas dari konten yang melanggar etika akademik
-
-
Video harus mencantumkan:
-
Judul tugas
-
Nama mata kuliah
-
Nama dosen pengampu
-
Nama dan NIM seluruh anggota kelompok
-
-
Hasil video diunggah melalui media yang ditentukan dosen (Google Drive/YouTube/ LMS) sesuai batas waktu yang ditetapkan.
-
Setiap kelompok bertanggung jawab atas keaslian karya. Segala bentuk plagiarisme atau penggunaan materi tanpa sumber akan dikenakan sanksi akademik.
CONTOH VIDEO
Haiiii
Perkenalkan saya Suci Fitrianingsih, saya mahasiswa STKIP PGRI Pacitan dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester 4. Disini saya ingin memenuhi tugas mata kuliah Sosiolinguistik meteri kedwibahasaan, penggunaan dua bahasa atau lebih dalam waktu bersamaan dilakukan baik oleh satu orang maupun lebih.
Kali ini saya akan menyampaikan topik tentang wisata di Kota Pacitan dalam masa pandemi covid 19. Kota Pacitan. dikenal dengan kota 1001 goa, di Kota Pacitan bukan hanya goa saja yang menjadi tempat wisatanya, akan tetapi yang lebih banyak dominannya adalah wisata pantainya. Masyarakat ora iso lepas soko wisata mergo wisata kenek ngo ngrefresh pikiran sing kesel, awak lungkrah saka sibuke yang setiap harinya bekerja maupun sekolah. Biasane masyarakat ataupun wisatawan berkunjung ke tempat wisata di hari weekend yaiku sebtu mbi minggu utowo libur kerja, libur sekolah, tanggal abang dan sebagainya yang datang bermai-ramai baik dengan keluarga maupun teman.
Di masa pandemi covid 19 ini tempat wisata dikota Pacitan sepi dan pengunjungnya mengalami penurunan sing biasane sedurunge masa pandemi covid 19 para pengunjung baik dari dalam kota maupun luar kota akeh sing mengunjungi tempat wisata sing eneng Pacitan.
Di awal masa pandemi covid 19 tempat wisata di Kota Pacitan dilock down utowo ditutup. Pemerintah kabupaten dan dinas pariwisata kota Pacitan menutup tempat pariwisata dan menghimbau masyarakat ataupun wisatawan untuk sementara waktu tidak mengunjungi tempat wisata agar penyebaran virus covid 19 tidak menyebar luas.
Tempat wisata bakal dibuka sampai dengan beberapa waktu kedepan dengan mengamati penyebaran virus covid 19 iki sampai menurun, Pemerintah kabupaten dan Dinas Pariwisata tegas nerapkne aturan iki mergo virus iki penyebarane cepet.
Tempat wisata di Kota Pacitan dibuka kembali oleh Pemerintah Kabupaten Pacitan dan dinas Pariwisata Kota Pacitan dengan syarat harus mematuhi protokol kesehatan yaiku 3 M Mencuci tangan, memakai masker, dan mejaga jarak. Pangggon wisata sing di lock down utowo ditutup ning Pacitan yaiku goa tabuhan, goa gong, pantai klayar, pantai ngiroboyo, pantai banyu tibo, pantai buyutan, pantai kasap, pantai srau, pantai watukarung, pantai pancer, pantai teleng ria, pantai watubale, pantai pidakan, pantai taman, sungai maron, banyu anget, beiji park, senthono gentong, pantai soge
Nek Pacitan diberlakokne panggon wisata sing di buka dingo uji coba lan simulasi. Tahap simulasi kui dingo khusus wisatawan lokal utowo khusus masyarakat kota Pacitan, koyoto panggon sing dingo simulasi antara laine goa gong, goa tabuhan, banyu anget sedangkan tempat pariwisata yang digunakan untuk uji coba oleh dikunjungi masyarakat luar kota koyoto pantai sing wis tak sebutne mau.
Mungkin hanya itu saja yang dapat saya sampaikan tentang wisata dikota Pacitan di masa pandemi covid 19.
Matur nuwun
