Dalam arahannya, ia secara tegas mendorong percepatan perubahan status kelembagaan menuju universitas. Bahkan, ia sengaja menggunakan istilah “universitas” dalam penyebutannya sebagai bentuk motivasi agar proses transformasi segera diwujudkan.
Menurutnya, Kartini bukan sekadar simbol historis, tetapi representasi keberanian berpikir dan melangkah maju. Nilai tersebut, kata dia, harus diterapkan dalam pengembangan institusi pendidikan.
“Perubahan adalah keniscayaan. Kampus tidak boleh berhenti di tempat ketika dunia terus bergerak,” tegasnya.
Ia optimistis STKIP PGRI Pacitan memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi universitas, bahkan menargetkan proses tersebut dapat terealisasi dalam waktu satu hingga satu setengah tahun, dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan berbagai pihak.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa peluang kebijakan dari pemerintah tidak selalu terbuka selamanya, sehingga momentum ini harus dimanfaatkan secara maksimal. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi riset serta pemanfaatan program peningkatan kualifikasi guru sebagai peluang strategis bagi pengembangan kampus.
Tak hanya itu, ia turut menyoroti peran penting keluarga, khususnya para istri pengurus, sebagai pendamping dalam pengabdian yang turut memperkuat langkah organisasi dalam mewujudkan visi besar tersebut.
Sementara itu, Ketua STKIP PGRI Pacitan, Bakti Sutopo, menyatakan bahwa berbagai persiapan menuju alih bentuk telah mulai dilakukan secara bertahap, baik dari sisi kelembagaan maupun sumber daya manusia.
Pada kesempatan yang sama, pengurus PPLP-PT PGRI Pacitan masa bakti 2026–2031 resmi dilantik. Prosesi dipimpin langsung oleh Ketua Umum PB PGRI dan dilanjutkan dengan pengukuhan oleh Ketua BPLP PGRI, Prof. Dr. Supardi US. Kegiatan juga ditandai dengan pembacaan pakta integritas serta serah terima kepemimpinan kepada ketua terpilih, Prof. Dr. H. Maryono, M.M.
Pelantikan yang bertepatan dengan Hari Kartini ini semakin bermakna dengan adanya simbol penghargaan kepada perempuan melalui penyerahan buket bunga, sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam mendukung pengabdian di dunia pendidikan.
Adapun susunan Pengurus dan Pengawas PPLP-PT PGRI Pacitan masa bakti 2026–2031 adalah sebagai berikut:
Ketua: Prof. Dr. H. Maryono, M.M.
Sekretaris: Dr. Agoes Hendriyanto, S.P., M.Pd.
Bendahara: Saptanto Hari Wibawa, S.S., M.Hum.
Anggota: Hj. Sri Iriyanti, M.Pd.
Pengawas: H. Supriyono, M.Pd.
Dengan kepengurusan baru, PPLP-PT PGRI Pacitan diharapkan mampu bergerak cepat dan adaptif. Transformasi menuju universitas kini menjadi target nyata yang membutuhkan kerja bersama, komitmen, serta keberanian untuk berubah.