| From Hore to Hero, Jagoan Desa Ajak Wisatawan Berlibur Sambil Berbagi di Pacitan |
Mengangkat tema “Ber-Hore di Pacitan, Menjadi Hero bagi Pacitan”, kegiatan tersebut menawarkan konsep wisata yang memadukan rekreasi, pengalaman bahari, kepedulian lingkungan, dan aksi sosial. Peserta diajak menikmati pesona Kabupaten Pacitan selama dua hari satu malam sekaligus mengenal kehidupan masyarakat dan potensi ekonomi lokal.
Program ini menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda melalui perjalanan menggunakan kapal wisata Tamperan Cruiser. Peserta dapat menikmati panorama pesisir dan suasana laut Pacitan, termasuk agenda menikmati matahari terbit (sunrise) dari tengah laut pada hari berikutnya. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana liburan berbeda.
| Kapten Laut (S) Eko Sulistyono, A.Md.bersama Agoes Hendriyanto |
Kapten Laut (S) Eko Sulistyono, A.Md., Pasminlog Lanal Pacitan, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi konsep wisata yang dikembangkan. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi wisata Pacitan, termasuk layanan wisata Janenake, kepada masyarakat Jawa Timur dan daerah lainnya.
Ia optimistis pantai-pantai di Pacitan dapat menjadi tujuan wisata unggulan bagi wisatawan luar daerah apabila didukung akses jalan yang memadai, termasuk konektivitas menuju Surabaya. Selain infrastruktur, kreativitas pelaku wisata dan kualitas pelayanan juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing destinasi.
Eko turut mengingatkan agar pelaku usaha pariwisata menjaga kepercayaan pengunjung melalui penetapan harga yang wajar dan transparan. Informasi harga dalam brosur harus sesuai dengan biaya yang dibayarkan wisatawan. Dengan demikian, pengunjung memperoleh pelayanan sesuai penawaran dan merasa nyaman selama berwisata.
| From Hore to Hero, Jagoan Desa Ajak Wisatawan Berlibur Sambil Berbagi di Pacitan |
Bagi Mamat, kepercayaan wisatawan merupakan modal penting untuk membangun pariwisata yang berkelanjutan. Ia mendorong agar wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati objek wisata, kemudian pulang pada hari yang sama. Wisatawan diharapkan menginap, menikmati kuliner khas, berbelanja produk UMKM, dan menggunakan jasa pelaku usaha lokal sehingga perputaran ekonomi dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Menariknya, kegiatan Jagoan Desa tidak berhenti pada aktivitas rekreasi. Peserta juga dijadwalkan melakukan penanaman mangrove di kawasan Watu Mejo, dekat Lanal Pacitan. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan pesisir sekaligus mengingatkan bahwa keindahan alam yang menjadi daya tarik wisata harus dijaga bersama.
Selain aksi lingkungan, Jagoan Desa juga menggelar bakti sosial berupa bantuan air bersih bagi masyarakat Pacitan yang menghadapi krisis air akibat musim kemarau. Melalui kegiatan ini, wisatawan diajak memahami bahwa persoalan masyarakat di daerah tujuan wisata merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dibantu melalui aksi nyata.
Konsep From Hore to Hero mengandung pesan bahwa kegembiraan saat berlibur dapat berjalan seiring dengan kepedulian sosial. Wisatawan tetap dapat menikmati pengalaman menyenangkan, tetapi sekaligus mengambil bagian dalam kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Program ini diharapkan menjadi inspirasi pengembangan pariwisata berbasis pengalaman dan pemberdayaan masyarakat. Dengan kolaborasi antara pelaku wisata, komunitas, pemerintah, dan masyarakat, Pacitan memiliki peluang untuk mengembangkan destinasi yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan pengalaman berkesan dan dampak positif bagi kehidupan masyarakat setempat.
Berlibur di Pacitan bukan sekadar menikmati keindahan alam, melainkan juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga lingkungan, membantu sesama, dan menggerakkan ekonomi lokal.