Kadis Perpustakaan: Sunset to Sunrise Buka Gerbang Wisata Pacitan Siang dan Malam

Kadis Perpustakaan: Sunset to Sunrise Buka Gerbang Wisata Pacitan Siang dan Malam

 

PACITAN TERKINI - Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan, Amat Taufan, menyambut positif peluncuran “Sunset to Sunrise” yang digelar di Pantai Pancer Door, Selasa (22/9/2026). Kegiatan yang diinisiasi Ikan Bakar Janenake tersebut mengusung konsep “Membuka Gerbang Wisata Pacitan: Menikmati Pacitan Siang dan Malam” dan berlangsung pada 22–23 September 2026. Konsep ini dikembangkan untuk memberikan pengalaman berbeda kepada wisatawan dengan menikmati keindahan Pacitan sejak matahari terbenam hingga menyambut matahari terbit.

Acara tersebut menghadirkan berbagai unsur yang mendukung pengembangan pariwisata Pacitan, antara lain pelaku tour and travel dari Jawa Tengah, komunitas wisata, komunitas seni tari, siswa SMALB Punung, manajemen RS Bethesda Yogyakarta, Biro Jasa, serta ratusan tamu undangan. Suasana Pantai Pancer Door semakin meriah dengan penampilan tarian khas Pacitan dan komunitas Koes Plus Mania Pacitan. Perpaduan panorama pantai, hembusan angin laut selatan, seni pertunjukan, musik, serta keramahan masyarakat menciptakan suasana yang hangat bagi para wisatawan dan tamu undangan.

Menurut Amat Taufan, konsep Sunset to Sunrise diharapkan dapat mendorong wisatawan untuk memperpanjang lama tinggal di Pacitan. Wisatawan tidak hanya datang pada siang hari untuk menikmati destinasi, tetapi juga memiliki pilihan aktivitas pada sore, malam, hingga pagi hari. Dengan semakin panjangnya waktu kunjungan, diharapkan berbagai sektor ekonomi masyarakat ikut bergerak, seperti kuliner, penginapan, transportasi, jasa wisata, seni budaya, dan usaha ekonomi kreatif yang berkembang di sekitar destinasi.

Lebih jauh, Amat Taufan berharap perkembangan pariwisata Pacitan tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan sejarah dan budaya Pacitan kepada masyarakat luas. Wisatawan yang datang dapat memperoleh pengalaman sekaligus mengenal kekayaan sejarah, tradisi, dan budaya daerah. “Kami berharap kunjungan wisata dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat Pacitan. Di sisi lain, literasi sejarah Pacitan juga dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat dari daerah lain,” ungkapnya.

Lebih baru Lebih lama