| Krupuk Ndeso: Keringat dan Cinta dari Usaha Kecil Desa Gedompol, Donorojo, Pacitan |
Kualitas Krupuk
Ndeso buatannya dikenal renyah dan lezat oleh warga sekitar, pemasaran Krupuk
Ndeso Bu Sugiyarti hingga kini masih sangat terbatas. Produk Krupuk Ndeso
buatannya belum sampai ke pasar-pasar atau minimarket terdekat.
Saat di temui di
rumahnya saat minggu malam (3/9), Bu Sugiyarti mengungkapkan kalau ada
keterbatasan modal, alat produksi yang masih sederhana, serta belum bisa
mempromosikannya secara online menjadi penyebab belum bisa berkembang secara
luas.
"Sementara
ini pembelinya baru tetangga kanan-kiri dan warga desa saja. Terkadang ada
pesanan banyak dari tetangga untuk oleh-oleh saudara jauh yang datang
berkunjung." Ujar Bu Sugiyarti.
Proses produksi Bu
Sugiyarti di bantu oleh anak dan suaminya. Mulai dari meracik adonan,
mengkukus, dan memotong adonan dilakukan oleh Bu Sugiyarti, saat mulai menata,
menjemur adonan, hingga mengemasnya Bu Sugiyarti dibantu anak dan suaminya. Ia
mampu memproduksi sekitar 3 kilogram Kerupuk Ndeso setiap harinya.
Warga mengakui
kualitas Krupuk Ndeso buatan Bu Sugiyarti yang renyah dan gurih. Namun, tanpa
adanya bantuan akses pemasaran dan tambahan modal kerja, membuat potensi usaha
kecil ini akan sulit untuk berkembang menjadi usaha yang lebih besar.