PRABANGKARANEWS.NET || PACITAN, Sabtu (15/08/2020) - Pandemi Covid-19 semua agenda yang telah direncanakan mulai tahun 2019 banyak yang dibatalkan. Kegiatan baik pembangunan, sosial budaya, kepemudaan, olahraga, dan agenda tahunan lainnya banyak yang batal ataupun diundur kegiatannya. Salah satunya agenda seni budaya khususnya Kethek Ogleng Pacitan tidak luput dari imbas pandemi Covid-19.
New
Normal kembali dengan program dari pemerintah pusat "rem dan gas" juga
harus diberlakukan khususnya dalam pelstarian dan pengembangan Kethek
Ogleng Pacitan. Walaupun banyak agenda yang telah direncanakan batal
disebabkan adanya anjuran pemerintah yang berkaitan dengan protokol
kesehatan, untuk mencegah penyebaran covid-19. Sejak bulan Pebruari
2020 semua kegiatan Kethek Ogleng Pacitan terhenti.
Pandemi
Covid-19 sarana Kethek Ogleng Pacitan untuk berbenah dan menyesuaikan
dengan kondisi yang ada. Tidak akan mungkin sama dengan sebelum adanya
Covid-19. Namun sebagai seni pertunjukan yang memerlukan penonton.
Penonton sebagai motivasi untuk menampilkan tarian yang lebih baik.
Seniman tari keberadaan penonton merupakan sebuah roh yang harus ada
dalam sebuah pertunjukkan Kethek Ogleng Pacitan. Seni pertunjukan
khususnya tari kethek Ogleng Pacitan harus live atau langsung disebabkan
esensi dari seni pertunjukkan akan hilang jika tidak live atau
menggunakan rekaman.
Padahal
untuk membangkitkan Kethek Ogleng untuk dikenal oleh masyarakat Pacitan
mulai dari ditetapkannya Kethek Ogleng sebagai Warisan Budaya Tak Benda
Indonesia, artikel-ertikel ilmiah baik jurnal nasional dan
international, seminar nasional dan international, dan road show
membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Komunitas Pengembangan
Sosial Budaya dan Sanggar Condro Wanoro selalu menjalin komunikasi agar
tidak tenggelam kembali oleh waktu.
Kerinduan
Kethek Ogleng Pacitan untuk tampil kembali dengan memperhatikan
protokol kesehatan semoga bisa terobati dengan semakin banyaknya
kegiatan yang melibatkan kethek Ogleng Pacitan. Untuk mempertahankan
eksistensinya Kethek Ogleng pada tanggal 6 Juli 2020 diundang di Beiji
Park. Pada minggu depan 20 Agustus 2020 juga diundang dalam acara di
kabupaten Pacitan. Seni Kethek Ogleng Pacitan sebagai seni budaya asli
Pacitan harus selalu dikembangkan agar keberadaannya menjadi inspirasi
bagi kita agar terus energik, kreatif, menghibur, dan bisa mengembangkan
potensi lokal. (Agoeshendriyanto /redaksi /KPSB)