PACITAN TERKINI - Seorang mahasiswa di Pacitan, Jawa Timur, mencuri perhatian karena kegigihannya menekuni usaha kecil di sela aktivitas kuliah. Dengan berjualan sempol berharga terjangkau di sekitar kampus, ia tidak hanya menopang kebutuhan pribadinya, tetapi juga membantu keberlangsungan usaha kecil yang telah bertahan sejak 2015. Kisah ini menjadi cerminan nyata semangat kewirausahaan generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi masa kini.
Sempol yang dijajakan dikenal dengan teksturnya yang kenyal dan cita rasa sederhana namun khas. Terbuat dari tepung tapioka, sedikit daging ayam, serta racikan bumbu rumahan, jajanan ini semakin nikmat saat dibalut telur dan disajikan dengan saus gula merah manis gurih buatan sendiri. Dengan harga Rp1.000 per tusuk, sempol tersebut menjadi favorit di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Setiap hari, produksi bisa mencapai sekitar 80 tusuk atau lebih, tergantung jumlah pesanan. Dijajakan di pinggir kampus pada siang hari, sempol ini hampir selalu habis terjual. Harga yang ramah di kantong menjadi daya tarik utama, terutama bagi pelajar yang mencari jajanan lezat namun terjangkau.
Farelia, mahasiswa yang terlibat langsung dalam usaha tersebut, mengaku mulai membantu sejak semester awal perkuliahan. “Saya mulai ikut mengelola usaha ini sambil kuliah. Pagi produksi, siang jualan. Alhamdulillah, omzet harian cukup untuk membayar UKT dan membantu teman-teman,” tuturnya. Ia menambahkan, saus gula merah racikan sendiri menjadi keunggulan yang membuat pelanggan terus kembali. “Banyak yang bilang rasanya nagih,” katanya sambil tersenyum.
Lebih dari satu dekade bertahan, usaha sempol ini kini semakin dikenal luas di kalangan pelajar hingga akhir 2025. Kisah Farelia tidak hanya menjadi inspirasi kewirausahaan, tetapi juga relevan sebagai contoh pembelajaran kontekstual di kelas, khususnya dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, yang memadukan narasi sukses dengan literasi ekonomi dan kemandirian generasi muda.
Penulis: Latifah Bayu Nuraini-PBSI STKIP PGRI Pacitan