Tiga Mantan Ketua FPPA Bertemu, Soroti Arah Organisasi dan Kepemimpinan ke Depan

Danur Suprapto, Yuliardi Sutondo dan Agus Wibowo

PACITAN TERKINI - Jabatan Ketua Forum Pewarta Pacitan (FPPA) dinilai sebagai posisi strategis dalam struktur organisasi profesi wartawan di Pacitan. Seiring bertambahnya jumlah awak media—yang kini tercatat lebih dari 50 jurnalis terdaftar resmi—peran FPPA semakin penting sebagai wadah profesionalisme, pengembangan sumber daya manusia (SDM), sekaligus penentu arah organisasi.

Kesadaran itulah yang mendorong tiga mantan Ketua FPPA, yakni Yuniardi Sutondo, Danur Suprapto, dan Agus Wibowo, untuk berkumpul dan berdiskusi membahas dinamika serta isu-isu strategis organisasi. Pertemuan tersebut berlangsung pada Jumat (18/12/2025) pukul 10.30 WIB.

Dalam pertemuan yang berlangsung santai namun sarat makna itu, ketiganya menegaskan bahwa FPPA seharusnya tidak sekadar menjadi wadah “tebar pesona”, melainkan ruang pembelajaran bersama, peningkatan kapasitas jurnalis, serta penggerak kemajuan organisasi secara berkelanjutan.

Tanggung Jawab Moral Para Mantan Ketua

Ketiga mantan ketua sepakat bahwa mereka memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengawal perjalanan FPPA, siapa pun yang menjabat sebagai ketua saat ini maupun ke depan. Menurut mereka, kesinambungan organisasi tidak boleh terputus hanya karena pergantian kepemimpinan.

Yuniardi Sutondo—akrab disapa Yuyun—yang merupakan Ketua FPPA pertama dan pernah menjabat selama dua periode, menuturkan bahwa posisi ketua memang memiliki daya tarik tersendiri.

“Posisi sebagai ketua itu luar biasa. Jabatan yang tidak bergaji, tapi mentereng, punya akses luas dan pengaruh besar. Sejak awal memang banyak diminati,” ungkap Yuniardi.

Namun, ia menekankan bahwa daya tarik jabatan tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab dan komitmen nyata untuk membesarkan organisasi.

Kepemimpinan Bukan Sekadar Gebyar

Sementara itu, Agus Wibowo—mantan Ketua FPPA yang masih memiliki pengaruh kuat di wilayah perkotaan Pacitan—menyampaikan pandangannya dengan tegas menggunakan bahasa Jawa.

Dadi pemimpin ora mung gebyaré, tapi tanggung jawab lan kemajuané organisasi uga perlu digatekaké,” tegas Agus.

Ia juga mengingatkan pentingnya sikap rasional dan objektif bagi para anggota yang memiliki hak suara menjelang pemilihan ketua FPPA pada Februari 2026 mendatang.

“Berpikir rasional dan objektif itu perlu bagi pemilih yang punya hak suara,” tambahnya.

Sorotan Tata Kelola dan Balai Wartawan

Danur Suprapto, yang memimpin FPPA selama dua periode di masa pandemi Covid-19, menyoroti pentingnya menjalankan organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

“Organisasi sebaiknya dijalankan sesuai alurnya. Bukan ajang grudak-gruduk, tapi wadah belajar bersama, pengembangan diri, dan kesejahteraan bersama,” ujar Danur.

Ia juga menyoroti Balai Wartawan FPPA yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, fasilitas yang besar dan strategis tersebut seharusnya bisa difungsikan sebagai media center, ruang kegiatan komersial, maupun pusat aktivitas sosial.

“Kantor balai yang luas dan besar itu seharusnya sudah bisa dimanfaatkan. Saat ini saya prihatin karena penggunaannya belum maksimal,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Danur juga menyinggung soal agenda rapat organisasi yang dinilainya belum berjalan sebagaimana mestinya.

“Rapat minimal setahun dua kali—rapat tahunan untuk perencanaan program dan rapat akhir tahun untuk laporan pertanggungjawaban—itu seharusnya wajib. Namun hingga akhir 2025 ini, belum terlihat adanya undangan rapat penutup tahun dari Ketua FPPA,” imbuhnya.

Menatap FPPA ke Depan

Pertemuan tiga mantan ketua FPPA ini menjadi sinyal kuat bahwa organisasi profesi wartawan di Pacitan membutuhkan refleksi, evaluasi, dan arah yang jelas. Dengan semakin banyaknya insan pers di Pacitan, FPPA dituntut hadir sebagai organisasi yang solid, berintegritas, dan benar-benar memberi manfaat bagi anggotanya—bukan sekadar simbol atau formalitas.

Menjelang kontestasi kepemimpinan 2026, suara para senior ini diharapkan menjadi pengingat bahwa kepemimpinan FPPA bukan soal popularitas, melainkan soal tanggung jawab, konsistensi, dan keberlanjutan organisasi.



Lebih baru Lebih lama