PACITAN TERKINI - Semarak peringatan Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke-281 Tahun 2026 terasa kental di halaman SMKN 1 Pringkuku, Rabu (11/2/26). Festival Literasi Budaya Kuliner bertajuk “281 Jajan Khas Pacitan” sukses digelar dengan meriah atas inisiasi Kepala SMKN 1 Pringkuku, Indra Prastowo, bersama civitas guru dan warga sekolah.
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, pelaku budaya, dan masyarakat dalam mengangkat kembali kekayaan kuliner tradisional Pacitan sebagai bagian dari identitas budaya lokal.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah, Kapolres Pacitan, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Kacabdin Pendidikan Jawa Timur Wilayah Pacitan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, unsur Forkopimca, Ketua TP PKK, pegiat seni Tari Langen Bekso, serta tokoh masyarakat sekitar.
Festival secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sebagai bentuk inovasi serta wujud nyata kolaborasi dan sinergi lintas elemen masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pacitan, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ini adalah contoh inovasi yang lahir dari kolaborasi dan sinergi semua lapisan elemen bangsa dalam melestarikan budaya daerah,” ujar Gagarin.
Tidak hanya menyajikan aneka jajanan khas Pacitan, festival ini juga menjadi momentum penting dengan diluncurkannya buku berjudul “Di Balik Tabir Tungku Pacitan”. Buku tersebut ditulis dan diinisiasi oleh P. Ayub Diponegoro Azhar (Kapolres Pacitan), Amat Taufan (Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan), serta Indra Prastowo (Kepala SMKN 1 Pringkuku).
Buku tersebut mengulas berbagai kuliner legendaris Pacitan, lengkap dengan cerita, sejarah, dan nilai budaya yang menyertainya. Peluncuran buku ini diharapkan menjadi referensi literasi budaya sekaligus penguat identitas kuliner daerah di tengah arus modernisasi.
Suasana semakin hangat ketika acara ditutup dengan pertunjukan seni tari Langen Beksan/Tayub, yang melibatkan pengunjung dan tamu undangan. Tarian tradisional tersebut menambah nuansa kearifan lokal dan mempertegas bahwa kuliner dan seni budaya adalah dua elemen yang saling menguatkan dalam membangun karakter daerah.
Festival Literasi Budaya Kuliner ini bukan sekadar ajang pameran jajanan, melainkan juga langkah strategis dalam mendorong literasi budaya, pemberdayaan UMKM, serta pelestarian warisan leluhur Pacitan di momentum Hari Jadi ke-281.