| Dari Pisau Dapur hingga Tenda: KMD Angkatan X STKIP PGRI Pacitan Menggembleng Kemandirian Mahasiswa |
Upacara pembukaan dilaksanakan pada Kamis (3/9/2026) dan diikuti peserta KMD Angkatan X bersama jajaran pimpinan, pembina, serta unsur terkait. Kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, sekaligus pengalaman praktis yang dibutuhkan dalam melaksanakan pembinaan kepramukaan.
Namun, KMD bukan sekadar belajar teori kepramukaan. Peserta juga mulai diajak menghadapi pengalaman sederhana yang ternyata tidak mudah bagi sebagian mahasiswa: memasak sendiri.
Pada sesi kegiatan, panitia menyiapkan bahan berupa sayuran dan daging yang harus diolah peserta untuk memenuhi kebutuhan makan siang dan makan sore. Pisau dapur yang selama ini mungkin lebih sering digunakan orang tua di rumah, kini harus berada di tangan mahasiswa.
Bagi sebagian peserta, mengiris sayuran dan daging menjadi pengalaman baru. Ada mahasiswa yang mengaku belum terbiasa memegang pisau untuk menyiapkan bahan makanan. Namun dalam suasana KMD, mereka harus belajar dan berani mencoba. Keterampilan sederhana tersebut menjadi bagian dari proses membangun kemandirian, kerja sama, ketelitian, dan tanggung jawab.
Sebelumnya, peserta memang masih mendapatkan fasilitas makanan yang disediakan panitia untuk makan pagi, siang, dan sore. Tetapi pada tahap berikutnya, mereka mulai "dilepas" untuk mengurus kebutuhan makan sendiri. Dari yang biasanya tinggal menikmati masakan, kini harus ikut menyiapkan bahan, mengolah, hingga menghasilkan makanan yang siap disantap.
Aktivitas memasak pun tidak berhenti pada persoalan bisa atau tidak bisa menggunakan pisau. Peserta belajar membagi tugas, bekerja dalam kelompok, mengatur waktu, menjaga kebersihan, serta memastikan makanan yang dibuat dapat dinikmati bersama. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan karakter pendidikan kepramukaan yang menekankan kemandirian, gotong royong, kedisiplinan, dan kemampuan memecahkan persoalan.
Di sinilah KMD memiliki makna yang lebih luas. Menjadi pembina Pramuka tidak cukup hanya menguasai teori dan materi kepramukaan. Seorang pembina juga dituntut mampu memberi teladan melalui keterampilan hidup yang sederhana.
Pisau, sayuran, daging, kompor, dan peralatan memasak akhirnya menjadi media pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya belajar membuat makanan untuk makan siang dan sore, tetapi juga belajar bahwa kemandirian harus dimulai dari hal-hal kecil.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pendidikan kepramukaan berusaha membentuk mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga terampil, mandiri, mampu bekerja sama, dan siap menghadapi berbagai situasi. Dari Student Hall STKIP PGRI Pacitan, pembelajaran KMD berlangsung bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang harus dilakukan sendiri.