![]() |
| Budi Raharjo, S.E., M.Si. |
PACITAN TERKINI – Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) V Provinsi Jawa Timur, Budi Raharjo, S.E., M.Si., melakukan kunjungan kerja ke sejumlah destinasi wisata yang dikembangkan oleh pengusaha lokal Muhamad Rofiqin, atau yang akrab disapa Mamat, pada Kamis (22/10/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Budi diajak mengeksplorasi potensi pariwisata Pacitan, mulai dari menikmati fasilitas penginapan dan restoran Janenake, hingga merasakan pengalaman menyusuri Teluk Pacitan menggunakan kapal Tamperan Cruiser.
Kunjungan ini menjadi momen untuk melihat secara langsung upaya Mamat Rofiqin dalam mengintegrasikan keindahan alam, pengalaman kuliner, akomodasi, dan aktivitas rekreasi dalam satu kawasan terpadu.
Mengubah Gagasan Sederhana Menjadi Destinasi Berkelas
Budi Raharjo, yang mengaku telah mengenal Pacitan sejak tahun 2010, menyampaikan apresiasi mendalam atas terobosan yang dilakukan Mamat. Menurutnya, perkembangan pariwisata yang diinisiasi dari langkah sederhana dan mimpi besar tersebut patut menjadi kebanggaan daerah.
Ia menekankan bahwa keberhasilan objek wisata saat ini tidak lagi hanya mengandalkan pemandangan indah semata.
"Sebuah destinasi perlu menghadirkan ruang swafoto (spot foto), titik pendaratan yang nyaman, ruang untuk berinteraksi, serta sudut-sudut yang meninggalkan kenangan berkesan bagi setiap wisatawan," ujar Budi.
Ia menambahkan, potensi besar Teluk Pacitan masih dapat terus dioptimalkan. Berbagai pengalaman seperti wisata susur pantai, penikmatan pemandangan matahari terbit dan terbenam, hingga penyediaan cenderamata berbasis hasil laut dapat memperkuat identitas lokal Pacitan.
Sajian Lengkap dan Target Lintas Generasi
Hadirnya Janenake dan Tamperan Cruiser dinilai memberi warna baru bagi opsi liburan di Pacitan. Wisatawan kini dapat menikmati sensasi kuliner ikan bakar di tepi pantai, menginap dengan konsep glamping (glamorous camping), hingga memanfaatkan berbagai fasilitas penginapan modern.
Untuk memperluas jangkauan pasar, Budi menyarankan agar pengelolaan wisata ini lebih masif merangkul berbagai kalangan lintas generasi:
Generasi Muda: Dilibatkan melalui kegiatan komunitas kreatif dan acara touring.
Kelompok Lanjut Usia: Disapa lewat kegiatan kebugaran seperti senam dan yoga.
Melalui pendekatan ini, destinasi wisata diharapkan tidak sekadar menjadi tempat singgah sementara, melainkan menjadi ruang perjumpaan yang inklusif.
Tantangan Pengelolaan dan Retensi Wisatawan
Budi juga mengingatkan pentingnya aspek manajemen dan kualitas pelayanan (service excellence). Tantangan utama pengelola pariwisata saat ini adalah menciptakan loyalitas wisatawan agar mereka tergerak untuk kembali berkunjung (repeat visit).
"Pacitan dikaruniai kekayaan alam yang luar biasa. Namun, potensi ini butuh sentuhan kreativitas, kolaborasi, dan pengelolaan profesional agar memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar," tegasnya.
Di akhir kunjungannya, Budi menyampaikan pesan dorongan semangat kepada pengembang lokal tersebut: "Mas Mamat, terus berjuang dan hadir untuk masyarakat Pacitan."
Langkah Mamat Rofiqin melalui Janenake dan Tamperan Cruiser menjadi bukti nyata bahwa pariwisata daerah dapat maju berkat kreativitas lokal yang berakar pada keindahan alam dan keramahan warga.

