IPHI Jatisrono Terpukau Wisata Pacitan, dari Mangrove Watu Mejo hingga Sensasi Tamperan Cruiser

IPHI Jatisrono Terpukau Wisata Pacitan, dari Mangrove Watu Mejo hingga Sensasi Tamperan Cruiser

 

PACITAN TERKINI – Wisata religi berpadu dengan keindahan alam menjadi pengalaman berkesan bagi rombongan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jatisrono, Wonogiri, saat berkunjung ke Kabupaten Pacitan, Minggu (18/10/2026). Sehari penuh, para peserta menikmati perjalanan yang memadukan wisata konservasi, religi, bahari, seni budaya, dan kebersamaan.

Perjalanan diawali dengan mengunjungi Mangrove Watu Mejo Park. Di kawasan konservasi pesisir ini, rombongan menikmati suasana hijau sekaligus mengenal pentingnya ekosistem mangrove sebagai pelindung alami kawasan pantai.

Dari kawasan mangrove, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Masjid Darul Falah. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian wisata yang tidak hanya menawarkan rekreasi, tetapi juga memberikan ruang bagi penguatan nilai spiritual.

Berkeliling Teluk Pacitan dengan Tamperan Cruiser

Pengalaman yang paling dinantikan peserta hadir ketika rombongan tiba di Pelabuhan Tamperan Pacitan. Para peserta berkesempatan menaiki Tamperan Cruiser untuk berkeliling Teluk Pacitan selama kurang lebih 45 menit.

Hamparan laut biru, perbukitan hijau yang mengapit teluk, serta semilir angin laut menghadirkan sensasi wisata bahari yang berbeda. Dari atas kapal, peserta dapat menikmati keindahan pesisir Pacitan dari sudut pandang yang lebih luas.

Sambil menunggu giliran berlayar, panitia menyiapkan makan siang, aktivitas yoga, dan permainan outbound untuk membangun suasana akrab di antara peserta.

Rombongan juga disuguhi pertunjukan tari dari Sanggar Sekar Arum Punung. Kehadiran seni tradisional tersebut menambah warna dalam perjalanan wisata sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada para tamu dari Wonogiri.

engunjung disuguhi pertunjukan tari dari Sanggar Sekar Arum Punung.


Awalnya Ragu, Akhirnya Puas dengan Pelayanan

Ragil Sudarno Candrayani, pengusaha emas asal Jatisrono


Ragil Sudarno Candrayani, pengusaha emas asal Jatisrono yang turut dalam rombongan, mengungkapkan bahwa sebagian peserta sempat ragu sebelum berangkat ke Pacitan. Namun, pengalaman yang mereka rasakan setelah tiba di lokasi mengubah keraguan tersebut menjadi kesan positif.

“Awalnya banyak yang ragu. Tapi setelah sampai di Pacitan, kami justru mendapatkan pelayanan yang luar biasa, terutama dari Mas Mamat Janenake dan tim Tamperan Cruiser. Sensasi naik kapalnya menyenangkan, pelayanannya juga sangat memuaskan,” ungkapnya.

Meski memberikan apresiasi, Ragil juga menyampaikan masukan untuk pengembangan kegiatan berikutnya. Menurutnya, aktivitas yoga akan lebih menarik apabila dilaksanakan di tepi pantai, sehingga peserta dapat menikmati suasana alam secara lebih maksimal.

Masukan tersebut menjadi bagian dari evaluasi untuk meningkatkan kualitas paket wisata, khususnya dalam menggabungkan aktivitas kebugaran dengan panorama alam pesisir.

Mamat Janenake Siapkan Pengembangan Armada

Menanggapi apresiasi dan masukan peserta, Mamat Janenake, pengelola Tamperan Cruiser, menyampaikan terima kasih atas kritik konstruktif yang diberikan.

Ia mengungkapkan rencana penambahan armada kapal wisata dengan kapasitas sekitar 50 penumpang. Penambahan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan dan mengakomodasi rombongan wisatawan dalam jumlah lebih besar.

Menurut Mamat, kenyamanan pengunjung menjadi perhatian penting, termasuk dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas wisata dan pelaksanaan ibadah.

“Walaupun kegiatan menikmati sunset berlangsung sore hari, kami tidak akan mengurangi kekhidmatan pengunjung Muslim untuk menjalankan salat Magrib. Sekitar pukul 17.15 WIB kegiatan kami hentikan, kemudian dilanjutkan kembali sekitar pukul 17.45 WIB setelah seluruh peserta selesai melaksanakan salat berjamaah,” jelasnya.

Foto: Rombongan IPHI Jatisrono melaksanakan salat Magrib berjamaah di musala Janenake, Minggu (18/10/2026).

Komitmen tersebut menjadi bagian dari pelayanan wisata yang memperhatikan kebutuhan pengunjung Muslim. Dengan demikian, wisatawan tetap dapat menikmati perjalanan tanpa harus mengabaikan kewajiban beribadah.

Pancer Door Menjadi Penutup Perjalanan

Setelah menikmati wisata bahari, rombongan melanjutkan perjalanan ke Pantai Pancer Door. Di kawasan pantai ini, peserta menikmati suasana senja, makan malam bersama, dan melaksanakan salat Magrib berjamaah.

Kebersamaan sepanjang perjalanan menjadi pengalaman tersendiri bagi rombongan IPHI Jatisrono. Perjalanan yang diawali dengan wisata konservasi mangrove dan kunjungan religi tersebut ditutup dengan suasana pesisir yang menghadirkan kehangatan silaturahmi.

H. Susilo, salah seorang peserta, turut memberikan apresiasi terhadap pelayanan yang diterima rombongan di Janenake dan Tamperan Cruiser. Ia menyampaikan nilai 9 dari 10 sebagai penilaian pribadinya terhadap pengalaman dan pelayanan selama kegiatan berlangsung.

 H. Susilo menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan Janenake dan Tamperan Cruiser.

Kunjungan IPHI Jatisrono menunjukkan bahwa Pacitan memiliki potensi untuk mengembangkan paket wisata terpadu yang memadukan konservasi lingkungan, wisata religi, seni budaya, dan petualangan bahari.

Bagi para peserta, perjalanan ini bukan sekadar menikmati destinasi, melainkan juga merasakan keramahan pelayanan, mempererat persaudaraan, dan membawa pulang pengalaman berkesan dari Pacitan.

Sementara itu, apresiasi dan kritik membangun dari pengunjung menjadi masukan penting bagi pengelola untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan pengembangan fasilitas, penambahan armada, dan perhatian terhadap kebutuhan wisatawan, wisata bahari Pacitan berpeluang semakin dikenal sebagai pilihan perjalanan yang ramah, nyaman, dan kaya pengalaman.

Lebih baru Lebih lama