| Kondisi Padi sawah Desa Gasang, Pacitan kekurangan air |
PACITAN TERKINI - Kekeringan mulai dirasakan oleh para petani padi di Desa Gasang, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, setelah memasuki masa tanam. Minimnya cura hujan dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan ketersediaan air di sejumlah lahan persawahan menurun, sehingga pertumbuhan padi menjadi terganggu.
Saya melihat langsung kondisi lahan persawahan di beberapa titik. Tanah mulai mengeras dan retak, terutama di lahan padi yang sepenuhnya mengandalkan air hujan. Beberapa tanaman padi muda tampak daun-daunnya mulai menguning dan tumbuh tidak merata. Kondisi ini jelas menimbulkan kekhawatiran bagi para petani karena fase awal pertumbuhan padi sangat berpengaruh untuk hasil panen nanti.
Sanuri mengatakan bahwa musim tanam kali ini berbeda dari biasanya. Perlunya kehadiran pemerintah untuk menyediakan sumur dalam di lokasi persawahan di wilayah Desa Gasang, Kecamatan Tulakan.
"Biasanya, setelah tanam padi masih ada hujan yang cukup. Namun, sekarang cura hujan mulai menurun, air cepat habis, dan padi mulai kering," ujarnya Jumat (12/12/25)
Kekeringan ini tidak hanya menambah beban biaya bagi petani, tetapi juga menimbulkan rasa cemas karena sebagian besar masyarakat Tulakan mengandalkan padi sebagai sumber penghidupan. Selama musim ini, setiap tetes air menjadi sangat berharga, dan petani harus bekerja lebih keras hanya untuk memastikan tanaman tetap bertahan.
Kondisi ini mengingatkan kita bahwa padi bergantung pada hujan, jadi pengaturan air yang tepat sangat penting agar panen berhasil dan petani tidak rugi.
Penulis: Rika Wulandari - PBSI STKIP PGRI Pacitan