Prahara Dapur di Desa Ponggok: Harga Telur Meroket, Ibu-Ibu Resah


PACITAN TERKINI - Harga telur ayam di Dusun Sugihwaras, Desa Ponggok, Kabupaten Pacitan, mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir. Jika sebelumnya harga telur berada di kisaran Rp27.000 per kilogram, kini meroket hingga mencapai Rp30.000 per kilogram atau naik sekitar 11 persen. Kenaikan ini mulai dirasakan sejak awal pekan dan memicu keresahan warga, terutama ibu rumah tangga.

Telur ayam merupakan salah satu bahan pangan pokok yang hampir selalu hadir di meja makan keluarga, khususnya bagi anak-anak. Kondisi ini membuat lonjakan harga telur berdampak langsung terhadap pengeluaran harian rumah tangga maupun pedagang kecil. Berdasarkan informasi yang beredar, kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya harga pakan ternak serta faktor meningkatnya permintaan menjelang pergantian tahun.

Salah satu ibu rumah tangga, Erni Wulansari, mengungkapkan kebingungannya menghadapi kondisi tersebut.

“Saya bingung, Mbak. Anak saya suka sekali makan telur. Biasanya harus ada telur buat lauk dan bekal sekolah,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (13/12/2025).

Hal senada disampaikan Ibu Tuni, warga Dusun Sugihwaras. Ia mengaku kini harus lebih berhati-hati dalam mengatur belanja dapur.
“Aduh, Nduk, dulu kalau beli telur bisa banyak, sekarang harus hemat-hemat. Kalau tidak terlalu perlu, ya harus nahan dulu buat beli,” katanya.

Ibu Tuni menambahkan bahwa kenaikan harga telur memaksanya semakin berhemat di tengah biaya hidup yang terus meningkat. Kondisi tersebut dirasakan cukup memberatkan, terutama bagi keluarga dengan penghasilan terbatas.

Warga Dusun Sugihwaras berharap lonjakan harga telur ini segera mereda. Fenomena “prahara dapur” ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya ketahanan pangan di tingkat desa, terutama di tengah berbagai tantangan ekonomi dan kondisi iklim di wilayah Pacitan.

Penulis: Veliana Dea Natasya - PBSI STKIP PGRI Pacitan



Lebih baru Lebih lama