| Nova Arianto Pelatih Timnas U-20 |
PACITAN TERKINI - Di tengah euforia publik yang kerap diukur dengan jumlah trofi, pelatih Timnas Indonesia kelompok usia muda, Nova Arianto, memilih arah yang berbeda. Alih-alih menjadikan Piala AFF U-19 atau Piala Asia U-20 sebagai target akhir, Nova menegaskan bahwa turnamen tersebut hanyalah sarana pembentukan mental dan karakter pemain—sebuah kawah candradimuka bagi masa depan sepak bola nasional.
Bagi Nova, dilansir dari @Timnasspace Jum'at (2/1/26), kemenangan di level usia muda tidak selalu berbanding lurus dengan keberhasilan jangka panjang. Ia melihat banyak contoh tim yang berjaya di usia dini, namun gagal melahirkan pemain tangguh untuk level senior. Karena itu, fokus utama yang dibangunnya adalah proses: pematangan taktik, penguatan mental bertanding, serta pembentukan karakter pemain agar siap menghadapi tekanan di level tertinggi.
Visi tersebut menunjukkan pendekatan yang lebih sistematis dan berkelanjutan. Nova ingin menciptakan supply chain pemain berkualitas bagi Timnas Senior—sebuah ekosistem pembinaan yang konsisten, bukan keberhasilan instan yang cepat pudar. Dalam kerangka ini, kemenangan bukan tujuan akhir, melainkan bonus dari proses pembinaan yang benar.
Pendekatan ini memang tidak selalu sejalan dengan harapan suporter yang merindukan gelar demi gelar. Namun dalam konteks sepak bola modern, strategi Nova justru mencerminkan kesadaran jangka panjang: membangun generasi emas yang kokoh secara mental, matang secara taktik, dan siap bersaing di level internasional.
Pada akhirnya, keberanian Nova Arianto untuk menomorsatukan proses di atas euforia sesaat menjadi pengingat penting bahwa prestasi besar lahir dari fondasi yang kuat. Jika konsistensi ini dijaga, masa depan Timnas Indonesia bukan sekadar mimpi, melainkan hasil dari kerja panjang yang terencana.