PACITAN TERKINI - Di era media sosial dan arus informasi yang bergerak cepat, rasa ingin tahu manusia sering kali terseret ke arah yang dangkal. Kita lebih sibuk menelusuri kehidupan orang lain apa yang mereka miliki, ke mana mereka pergi, dengan siapa mereka bersama daripada menggali ide, gagasan, dan pemikiran yang dapat memperkaya diri. Padahal, rasa ingin tahu adalah energi besar yang, jika diarahkan dengan tepat, mampu membentuk kualitas intelektual dan kedewasaan batin seseorang.
Keingintahuan terhadap orang lain kerap berujung pada perbandingan, prasangka, bahkan iri hati. Waktu dan pikiran habis untuk menilai kehidupan yang bukan milik kita, tanpa benar-benar memahami esensi di baliknya. Sebaliknya, ketika rasa ingin tahu diarahkan pada ide dan gagasan, seseorang justru akan tumbuh. Ia belajar memahami dunia secara lebih luas, melihat persoalan dengan perspektif yang lebih dalam, dan menemukan makna di balik setiap peristiwa.
Ide, gagasan, dan pemikiran adalah warisan peradaban. Dari sanalah lahir perubahan, kemajuan, dan pencerahan. Membaca buku, berdiskusi tentang pemikiran tokoh, merenungkan nilai-nilai kehidupan, atau menggali kearifan lokal—semua itu melatih pikiran untuk tidak berhenti pada permukaan. Rasa ingin tahu yang diarahkan pada pemikiran akan menuntun seseorang menjadi pembelajar seumur hidup, bukan sekadar penonton kehidupan orang lain.
Mengurangi rasa ingin tahu tentang orang bukan berarti menjadi acuh tak acuh atau kehilangan empati. Justru sebaliknya, dengan pemikiran yang matang, empati akan tumbuh secara lebih jernih dan bijaksana. Kita tidak lagi menilai seseorang dari potongan cerita atau tampilan luar, tetapi dari pemahaman yang utuh tentang manusia dan kehidupannya.
Pada akhirnya, kualitas hidup ditentukan oleh apa yang kita isi dalam pikiran. Jika pikiran dipenuhi gosip dan urusan orang lain, maka kegelisahan yang akan tumbuh. Namun jika pikiran diperkaya dengan ide, gagasan, dan pemikiran, maka ketenangan dan kebijaksanaan akan menemukan jalannya sendiri. Mengalihkan rasa ingin tahu adalah langkah kecil, tetapi berdampak besar bagi pertumbuhan diri dan peradaban.