Faris Wibisono: Menghidupkan Wayang Beber melalui Sungging dan Kertas Daluang

Faris Wibisono Menjelaskan kepada Mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Rupa @uns.official

 

PACITAN TERKINI - Salah satu pengisi acara dalam Gelar Budaya & Karya Anak Bangsa – Reuni Akbar Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Budaya dalam rangka Dies Natalis ke-50 Universitas Sebelas Maret yang diselenggarakan di Auditorium UNS G.P.H. Haryo Mataram, Kamis 26 Maret 2026, adalah Faris Wibisono, S.Sn. Faris saat ini tengah melanjutkan studi magister (S2) di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan dikenal sebagai salah satu penggiat pelestarian seni tradisi, khususnya Wayang Beber.

Faris aktif memperkenalkan dan mengembangkan Wayang Beber Tani, sebuah pendekatan kreatif yang bertujuan mendekatkan cerita wayang kepada masyarakat. Wayang beber tradisional umumnya berkaitan dengan kisah Panji, yang memiliki nilai historis dan filosofis dalam tradisi Jawa. Melalui konsep Wayang Beber Tani, Faris mencoba menghadirkan narasi yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga pesan budaya yang terkandung dalam cerita wayang dapat lebih mudah dipahami dan diapresiasi oleh publik.

Prof. Dr. M. Dwi Marianto, MFA (Yogyakarta) dan Prof. Patricia Engel (Krems, Austria) kertas Dluwang dan Wayang Beber

Selain sebagai penggiat wayang beber, Faris juga dikenal sebagai seniman sungging, khususnya pada media kertas daluang atau yang sering disebut kertas Jawa. Kertas ini memiliki sejarah panjang sebagai media seni dan penulisan sejak masa Majapahit. Dalam praktik keseniannya, Faris menghidupkan kembali teknik sungging tradisional dengan menggunakan bahan daluang sebagai media utama dalam penciptaan visual wayang beber.

Faris Wibisono dengan Karya Sunggingnya di Kertas Daluang

Tidak hanya berkarya dalam bidang seni rupa tradisional, Faris juga aktif dalam pelestarian bahan dasar kertas daluang melalui budidaya pohon Daluang atau Saeh. Upaya ini dilakukan sebagai langkah menjaga kesinambungan bahan baku tradisional yang dahulu digunakan dalam pembuatan naskah dan karya seni di Nusantara. 

Mahassiwa UNS sedang di Kebun Pohon Saeh / Daluang

Bibit pohon daluang yang dibudidayakannya telah disebarluaskan ke berbagai daerah seperti Bali, Ponorogo, Pacitan, dan beberapa wilayah lainnya. Melalui kegiatan tersebut, Faris turut memperkenalkan kembali pentingnya kertas daluang sebagai warisan teknologi budaya Nusantara.

Berkat konsistensinya dalam meneliti dan mengembangkan kertas daluang, Faris kini juga menjadi rujukan bagi mahasiswa, peneliti, maupun para ahli yang ingin mempelajari secara langsung proses pembuatan maupun pemanfaatan kertas daluang dalam seni tradisional. Saat ini Faris juga tengah menyelesaikan sunggingan Wayang Beber Pacitan dengan menggunakan media daluang, yang menampilkan tokoh-tokoh dalam cerita wayang beber.

Bersama dengan kru Wayang Beber Tani t rencananya akan turut diperkenalkan dalam rangkaian Gelar Budaya & Karya Anak Bangsa, sebagai bentuk kontribusi generasi muda dalam menjaga dan menghidupkan kembali tradisi seni Nusantara. 

Melalui karya sungging pada kertas daluang dan pengembangan Wayang Beber Tani, Faris Wibisono menunjukkan bahwa tradisi dapat terus berkembang dan tetap relevan dengan kehidupan masyarakat masa kini.

Acara akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Kamis, 26 Maret 2026
Waktu: Pukul 08.00 WIB – selesai
Tempat: Auditorium UNS, G.P.H. Haryo Mataram

Kontribusi alumni mulai dari Rp100.000,-, dapat disalurkan melalui rekening atas nama Rianna Wati:

Bank Mandiri: 1380018034616
Bank BNI: 0453172101

 Konfirmasi kontribusi dapat dilakukan melalui:

Rianna Wati (0818-0255-7274)
Eko Susanto (0852-9056-4569)

Lebih baru Lebih lama