Ronthek Gugah Sahur Pacitan Berlangsung Meriah dan Tertib di Akhir Ramadan

Ronthek Gugah Sahur Pacitan Berlangsung Meriah dan Tertib di Akhir Ramadan

PACITAN TERKINI - Bupati Indrata Nur Bayuaji bersama jajaran Forkopimda hadir membersamai masyarakat dalam menyaksikan tradisi ronthek gugah sahur, Kamis (19/03). Tidak sekadar menyaksikan, forum pimpinan daerah tersebut juga turun langsung menyapa para peserta ronthek di depan Kantor Bupati, menunjukkan kedekatan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Ronthek gugah sahur kali ini menjadi penutup rangkaian kegiatan selama Ramadan tahun ini. Ribuan warga tumpah ruah memadati sepanjang jalur yang dilalui peserta. Tradisi ini telah menjadi ikon budaya di Pacitan, sekaligus memperkuat identitas lokal yang terus hidup di tengah masyarakat.

Pelaksanaan ronthek di berbagai rute utama Pacitan terpantau berjalan lancar. Masyarakat pun kembali ke rumah masing-masing dengan tertib untuk melaksanakan sahur. Menariknya, ronthek yang dahulu sempat identik dengan potensi konflik seperti tawuran, kini telah bertransformasi menjadi seni pertunjukan tradisional yang sarat nilai kebersamaan dan kearifan lokal.

Menggunakan alat musik sederhana berbahan bambu yang dipadukan dengan instrumen lain, ronthek menghadirkan harmoni bunyi yang khas dan menarik. Tradisi ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bagian dari warisan budaya turun-temurun yang terus dilestarikan, khususnya pada malam-malam Ramadan.

Alun-Alun Pacitan menjadi titik kumpul utama bagi peserta dari berbagai wilayah seperti Sirnoboyo, Arjowinangun, Menadi, Tanjungsari, dan sekitarnya. Dari sinilah semarak ronthek menyatu, menghadirkan suasana sahur yang meriah, penuh kebersamaan, dan kental dengan nuansa budaya lokal.

Lebih baru Lebih lama