![]() |
| Dr. Agoes Hendriyanto, M.Pd. |
Menurut Agoes, yang juga sebagai sekretaris PPLP-PP-PGRI Pacitan kekayaan budaya Pacitan memiliki ruang kajian yang sangat luas, mulai dari sejarah, tradisi lokal, seni pertunjukan, warisan budaya, situs, hingga dinamika masyarakat dan peradaban. Karena itu, kolaborasi lintas lembaga dan lintas negara diperlukan agar berbagai objek budaya tersebut dapat dikaji secara lebih komprehensif dan terdokumentasi secara akademis.
“Socio Cultura Indonesia terbuka bagi instansi, lembaga, maupun perguruan tinggi, baik dalam maupun luar negeri, yang ingin melakukan kerja sama riset dengan objek budaya Pacitan. Kami ingin membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar budaya Pacitan dapat dikaji, didokumentasikan, dan diperkenalkan melalui jejaring akademik yang lebih luas,” jelas Agoes.
Gagasan kolaborasi internasional tersebut mulai mendapatkan respons positif. Berdasarkan komunikasi melalui WhatsApp dengan Susilo Hadi dari Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya, terdapat rencana untuk mengembangkan kerja sama penelitian dengan menggandeng salah satu perguruan tinggi di Malaysia.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun jejaring penelitian lintas negara dengan menjadikan budaya dan peradaban Pacitan sebagai objek kajian bersama.
Agoes berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada kegiatan penelitian, tetapi dapat berkembang menjadi pertukaran pengetahuan, publikasi ilmiah, seminar internasional, dokumentasi budaya, serta pengembangan berbagai produk literasi yang dapat memperkenalkan Pacitan kepada masyarakat akademik internasional.
