Wayang Kulit Semalam Suntuk Kembali Gairahkan Alun-Alun Pacitan

 

Wayang Kulit Semalam Suntuk Kembali Gairahkan Alun-Alun Pacitan

PACITAN TERKINI – Suasana Alun-Alun Pacitan kembali semarak dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk, Sabtu (26/9/2026). Pertunjukan yang digelar Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji turut hadir dan menyaksikan langsung pertunjukan seni tradisi tersebut bersama masyarakat. Pagelaran menghadirkan dalang Dr. Bagong Pujiono, S.Sn., M.Sn. dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Pagelaran wayang kulit kali ini seolah menjadi pengobat rindu bagi masyarakat, khususnya para penggemar seni pewayangan di Pacitan. Setelah cukup lama tidak menyaksikan pertunjukan wayang kulit secara langsung di ruang publik, masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan memadati kawasan Alun-Alun Pacitan.

Antusiasme penonton terlihat sejak awal pertunjukan. Masyarakat dari berbagai kalangan tampak menikmati jalannya pagelaran yang mengangkat lakon “Bima Perwira” tersebut.

Kehadiran wayang kulit di ruang publik juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk kembali menikmati pertunjukan budaya secara langsung.

Pagelaran semakin istimewa dengan hadirnya sejumlah pejabat dan tamu kehormatan. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pacitan turut menyaksikan pertunjukan bersama masyarakat.

Dari ISI Surakarta hadir Rektor ISI Surakarta Dr. Bondet Wrahatnala serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Humas Dr. Zulkarnain M. Kehadiran pimpinan ISI Surakarta tersebut turut memperkuat hubungan antara dunia pendidikan seni dengan pengembangan dan pelestarian seni budaya di daerah.

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antara seni tradisi, masyarakat, pemerintah daerah, dan dunia akademik.

Di tengah perkembangan berbagai bentuk hiburan modern, keberadaan pagelaran wayang kulit di ruang publik menjadi salah satu cara untuk menjaga agar kesenian tradisional tetap hadir, dikenal, dan diapresiasi oleh generasi muda.

Melalui pertunjukan “Bima Perwira”, masyarakat Pacitan kembali mendapatkan kesempatan menikmati kekayaan seni pewayangan sekaligus merasakan suasana kebersamaan dalam sebuah pertunjukan budaya yang berlangsung hingga malam.

Lebih baru Lebih lama